May 30, 2010

TEMBAKAU CAMPELOK

Nama menunjukkan kekhasanya. Ya "Campelok" adalah namu tembakau legendaris Madura. Memang jika kita berbicara tembakau, tanpa menyebut nama Madura kurang afdol. Karena tembakau yang berasal dari Madura memilki kekhususan, oleh karenanya kita tidak akan heran jika hampir semua pabrik rokok terbesar di Tanah Air memilki gudang tembakau di Madura. Ada yang fenomenal di pulau garam ini, jika saat musim jual tembakau, polisi ikut patroli agar tembakau asli tak terkontaminasi. Pernah juga ditengarai ada tembakau luar Madura ikut masuk dan dilakukan percampuran. Inilah praktik-praktik yang meresahkan. Untuk mengantisipasi bisanya terpampang spanduk/benner disepanjang jalan anatar Pemekasan dan Sumenep. Yakni spanduk peringatan, agar waspada dari hadirnya tembakau non Madura. Lalu bagaimana dengan tembakau yang bernama Campalok?. Tembakau Campalok diambil dari istilah lokasi tempat penanamannya. Campalok merupakan salah satu lokasi pemakaman di Dusun Jambangan, Desa Bakeong, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Namun, sebagian warga sekitar ada yang menyebut Campalok sebagai daerah perbatasan. Sebab, tak jauh dari Campalok ada perbatasan Sumenep dan Pamekasan. Batasnya sangat tipis dibedakan oleh garis tanah.Lahan Campalok sendiri berada di salah satu bukit di Dusun Jambangan. Bila dilihat selintas, sulit dipercaya di lahan Campalok memiliki keistimewaan. Menuju lahan Campalok membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 1 jam dari Kota Sumenep. Dari arah Kota Sumenep, menuju lahan Campalok harus melewati sedikitnya 4 kecamatan. Yakni, Kecamatan Batuan, Lenteng, Ganding, dan Guluk-Guluk. Diperkirakan, letaknya 55 km dari arah Kota Sumenep.Setelah sampai di Desa Bakeong, harus melewati jalan sepanjang 5 km ke arah selatan. Perjalanan awal bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat dan roda dua sejauh kurang lebih 4 km. Namun, untuk mencapai puncak bukit harus ditempuh dengan jalan kaki sepanjang 1 kilometer.

No comments:

Post a Comment