May 25, 2010

SAPI MADURA DAN AKU

Perjalanan yang menyenangkan ketika memberi kuliah di Madura, sekitar 11 tahun lebih aku di out sourcing sebagai dosen di perguruan tinggi Madura. Tepatnya di STKIP PGRI Sumenep. Aku juga pernah memberi kuliah di STKIP PGRI Sampang, juga Di STKIP PGRI Bangkalan. Perjalanan nan jauh tak kurasakan karena tepian pantai membuat obat lelah. Sering aku harus bermacat-macat karena mobil harus berjalan pelan, maklum hari pasaran. Tepatnya saat ramainya orang berjualan sapi. Sungguh aku senang dengan sapi-sapi Madura. Juga sempat ketelusur apa dan siapa sapi Madura. Akhirnya bantuan searcing Geoogle aku memperoleh alamat web tentang dunia sapi. Dunia Sapi nama web itu (http://duniasapi.com/). Ku unduh beberapa info terutama yang terkait dengan sapi. Isinya sebagai berikut:

Madura adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki Sapi Ras Murni Indonesia. Sapi ini berkembang pesat di Pulau Madura serta pulau-pulau sekitarnya seperti Pulau Sapudi, yang merupakan pulau yang terkenal dengan bibit-bibit Sapi Madura kualitas unggul.
Ada dua pendapat mengenai asal-usul Sapi Madura. Pendapat pertama, Sapi Madura adalah persilangan antara Bos sondaicus (yang menurunkan ciri-ciri sapi berpunuk) dengan Bos indicus (yang memberikan warna pada bulu). Pendapat kedua disimpulkan oleh Popescu dan Smith (1998), yang menyatakan bahwa Sapi Madura merupakan hasil perkawinan silang antara indukan Bos taurus atau Bos javanicus dengan pejantan Bos indicus. Hal ini ditunjukkan dengan kemiripan Sapi Madura dengan Bos taurus, kecuali pada kromosom Y-nya yang mirip dengan Bos indicus.
Ciri-ciri umum fisik Sapi Madura adalah sbb:


  • Baik jantan ataupun betina sama-sama berwarna merah bata.


  • Paha belakang berwarna putih.


  • Kaki depan berwarna merah muda.


  • Tanduk pendek beragam. Pada betina kecil dan pendek berukuran 10 cm, sedangkanpada jantannya berukuran 15-20 cm.


  • Panjang badan mirip Sapi Bali tetapi memiliki punuk walaupun berukuran kecil.

Peraturan tentang Pelestarian Sapi Madura telah dikeluarkan sejak zaman kolonial Belanda, tertuang dalam staatsblad (lembaran negara) No. 226/1923 dan No. 57/1934, serta No. 115/1937. Tahun 1934 pemerintah juga telah menetapkan bahwa Sapi Madura seragam dalam bentuk dan warna. Bahkan pada pasal 13a Undang-undang No. 6/1967, telah ditetapkan tentang pokok-pokok peternakan dan kesehatan hewan. Yang merupakan upaya untuk mempertahankan populasi, menjaga bentuk,warna kulit, serta meningkatkan kualitas produksi Sapi Madura. Dengan kebijakan ini diharapkan pula dapat mencegah tersebarnya penularan jenis penyakit antrax dan sapi gila yang selama ini menjadi momok yang menakutkan masyarakat.
Secara umum, Sapi Madura memiliki beberapa keunggulan seperti :
  • Mudah dipelihara.
  • Mudah berbiak dimana saja.
  • Tahan terhadap berbagai penyakit.
  • Tahan terhadap pakan kualitas rendah

No comments:

Post a Comment